“Masih dalam bulan Ramadhan. Banyak hal yang tertinggal dan masih dalam penjemputan. Entahlah, apakah setelah dijemput, hal yang tertinggal itu masih berada di tempatnya sehingga bisa segera dimiliki ataukah sudah aus dan menghilang lantaran kelamaan terabaikan.
”Ya, saya harus bisa”. Itu barangkali hanyalah sebuah kalimat penyemangat untuk diri agar tetap tekun, tetapi kembalilah lagi saya dengan kesadaran akan seberapa besar potensi diri yang dapat digali. Hmmm. Ternyata diri ini membutuhkan lebih dari yang ada untuk bisa mewujudkan keinginan saya yang bisa digolongkan muluk ini. Saya ingin menangis juga ingin tertawa sekaligus. Aduhai, betapa mirisnya, di usia ini barulah mendapatkan kesempatan. Tapi tidakkah saya seharusnya tersenyum penuh rasa syukur, karena pada akhirnya ada jalan yang terbuka di depan untuk saya lalui menuju sebuah alamat di mana keinginan ajaib itu bermukim.”




