Mungkinkah Menjemput yang Tertinggal?

“Masih dalam bulan Ramadhan. Banyak hal yang tertinggal dan masih dalam penjemputan. Entahlah, apakah setelah dijemput, hal yang tertinggal itu masih berada di tempatnya sehingga bisa segera dimiliki  ataukah sudah aus dan menghilang lantaran kelamaan terabaikan.

 ”Ya, saya harus bisa”. Itu barangkali hanyalah sebuah kalimat penyemangat untuk diri agar tetap tekun, tetapi kembalilah lagi saya dengan kesadaran akan seberapa besar potensi diri yang dapat digali. Hmmm. Ternyata diri ini membutuhkan lebih dari yang ada untuk bisa mewujudkan keinginan saya yang bisa digolongkan muluk ini. Saya ingin menangis juga ingin tertawa sekaligus. Aduhai, betapa mirisnya, di usia ini barulah mendapatkan kesempatan. Tapi tidakkah saya seharusnya tersenyum penuh rasa syukur, karena pada akhirnya ada jalan yang terbuka di depan untuk saya lalui menuju sebuah alamat di mana keinginan ajaib itu bermukim.”

Continue reading

Mengawali Hari dengan Posting Award Persahabatan

Pagi ini setelah aktifitas rutin, saya pun duduk untuk menengok sebentar blog yang sudah berhari-hari saya abaikan ini. Ada link menuju sebuah blog yang saya kenal dengan baik, saya pun meluncur segera berkendaraan modem lelet tersayang. Setelah beberapa putaran loading saya pun sampai pada tujuan. Saya disambut meriah dengan warna-warni kata-kata juga ragam gambar yang indah yang juga berwarna-warni. Ada keseruan apa kali ini?

Ternyata LMGS G2 sudah berusia 1 tahun dan dalam menyambut tahun pertamanya penulis Malaysia yang memiliki banyak sahabat maya dari Indonesia ini menganugerahkan award untuk para sahabat mayanya yang sangat banyak  jumlahnya. Ya, beliau adalah Mbak Siti Fatimah Ahmad yang sudah saya kenal kira-kira dua tahun  yang lalu.

Langsung saja saya masuk dasbor, membuat postingan baru, dan membawa pulang award yang merah itu ke sini.

Selamat ya, Mbak Siti Fatimah Ahmad, selamat untuk hari jadi LMGS G2 yang pertama, semoga tetap menjadi penulis yang produktif dan menginspirasi. Juga semakin banyak sahabat karena keramahan yang senantiasa Mbak Siti Fatimah berikan dalam berinteraksi dengan sesama blogger.

Terima kasih atas awardnya. :)

Semoga persahabatan dunia maya antar blogger dapat terus terjalin.

Kemakluman

Pada perjalanan di suatu malam bersama teman ngobrol, teman mengutarakan
keprihatinannya tentang seorang sahabatnya yang sudah lama tak bersua dan entah bagaimana nasibnya.

“Kasihan…, aku membayangkan masa-masa sebelum terjadinya peristiwa yang membuatnya harus pergi jauh itu..” temanku menghela napasnya.

Aku bisa memahami perasaanmu, Teman. Continue reading

Dapat Award Lagi

Blogwalking beberapa hari yang lalu, menemukan banyak tulisan sahabat blogger yang menarik. Sampai ke blog sahabat saya yang satu ini, saya menemukan banyak award di sana. Ternyata awardnya tak hanya satu, ada beberapa award yang sudah nampang di salah satu tulisannya. Dan, nama saya ikut tertulis sebagai penerima award berikutnya. :)

Award buat saya adalah bentuk penghargaan dari sahabat. Apapun alasan yang melatar belakangi pemberiannya, award juga menandakan kita merupakan salah satu teman yang diingat sehingga nama kita pun diketikkan sebagai penerima awardnya.

Ya, saya masih juga bergumam ternyata awardnya banyak juga, ya. Apa mau diambil semua?

Karena besok saya mungkin tidak bisa internetan, maka selagi sempat saya pikir saya akan mengangkut mengambil award-award itu untuk disimpan di blog saya ini.

Nah, inilah mereka. Award-award itu… Continue reading

Kaltimku Sayang

Kamilah sedang sibuk mencari berita olahraga di surat kabar untuk mengerjakan tugas sekolah membuat kliping olahraga.  Koran kiloan yang dibelikan untuk tugas kliping terdahulu masih ada di lemari. Ketika semua berserakan di lantai, mata saya tanpa sengaja menemukan judul menarik pada salah satunya, Kaltim Post (Kamis, 29 April 2010). Saya ambil dan kemudian mengambil posisi baca favorit, tengkurap di kasur (hehehe, tengkurap lagi, tengkurap lagi), lalu…ya membacanya lah, apalagi?

Pengantar dari redaksi yang berjudul, “Kutukan Emas Hitam di Bumi Etam”. Etam adalah satu kata bahasa Kutai yang berarti kita, bumi etam berarti bumi kita, namun jika dikatakan “bumi etam” maka itu mengacu kepada provinsi Kaltim, bukan bumi kita secara global. Paragraf pertama membahas keprihatinan tentang eksploitasi kekayaan Kalimantan Timur. Minyak bumi dan gas adalah harta Kaltim yang pertama dieksploitasi sejak Indonesia belum merdeka. Setelah Indonesia merdeka, kayu juga ikut dieksploitasi. Continue reading

Belajar dari Setiap Peristiwa

Hidup mengalami pasang surut, naik turun, terkadang kita kuat terkadang
juga kita lemah. Bagaimana menjalaninya kita diajarkan Allah untuk
bersabar dan senantiasa berdo’a memohon pertolongan dan bimbingan-Nya.
Bagi saya hidup adalah masa saya belajar dari hari ke hari. Allah yang mengajar secara nyata, memberikan banyak peristiwa sebagai sarana untuk berkaca dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang ada. Mengingat peristiwa yang sudah lewat untuk kemudian merasa malu atas setiap tindakan jelek di masa lalu lalu bertekad memperbaiki diri, adalah hal yang paling banyak memberikan pengajaran. Merasa telah keliru berbuat, merasa salah kata, memunculkan perasaan bersalah dan menuntut diri agar bisa berubah menjadi sosok yang lebih baik, adalah cambuk untuk melakukan perbaikan diri. Rasa bersalah, menarik napas berat, malu, adalah hukuman pribadi, hukuman tersembunyi, hukuman rahasia yang meninggalkan bekas dalam tak terlupakan. Continue reading

Menjadi Diri Sendiri

Menjadi diri sendiri. Kalimat itu pernah menjadi status saya di facebook. Saudara dan sahabat di sana menyambut status saya dengan seloroh saja. “Memang mau jadi apa, Mi?” Demikian satu komentar yang masuk.

Menjadi diri sendiri, terdengar sederhana juga ya :) . Tetapi subuh tadi ketika duduk di kursi dan menatap keluar melalui jendela kaca, mendadak saya teringat kalimat itu. Dan, tebaklah apa yang saya rasakan dan pikirkan. Selama ini saya sudah bersikap apa adanya dan menjadi diri saya sendiri. Namun terkadang menjadi diri sendiri bisa mengecewakan orang lain yang berpikir lebih tentang kita. Menganggap kita hebat di bidang ini, ternyata setelah tahu diri kita hanyalah tak lebih dari seorang ibu rumah tangga lulusan SMA yang wawasannya terbatas bahkan hingga hari ini masih belajar, hanya menimbulkan kekecewaan. Continue reading