<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Journey</title>
	<atom:link href="http://umukamilah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://umukamilah.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 14:27:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='umukamilah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/22535a1051e23a4383a381f20801fb18?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>My Journey</title>
		<link>http://umukamilah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://umukamilah.wordpress.com/osd.xml" title="My Journey" />
	<atom:link rel='hub' href='http://umukamilah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mungkinkah Menjemput yang Tertinggal?</title>
		<link>http://umukamilah.wordpress.com/2011/09/02/mungkinkah-menjemput-yang-tertinggal/</link>
		<comments>http://umukamilah.wordpress.com/2011/09/02/mungkinkah-menjemput-yang-tertinggal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 18:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umukamilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bagi Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[entah]]></category>
		<category><![CDATA[tak tahu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umukamilah.wordpress.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Masih dalam bulan Ramadhan. Banyak hal yang tertinggal dan masih dalam penjemputan. Entahlah, apakah setelah dijemput, hal yang tertinggal itu masih berada di tempatnya sehingga bisa segera dimiliki  ataukah sudah aus dan menghilang lantaran kelamaan terabaikan.  &#8221;Ya, saya harus bisa&#8221;. Itu barangkali hanyalah sebuah kalimat penyemangat untuk diri agar tetap tekun, tetapi kembalilah lagi saya &#8230; <a href="http://umukamilah.wordpress.com/2011/09/02/mungkinkah-menjemput-yang-tertinggal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=460&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://umukamilah.files.wordpress.com/2011/09/longroadaheadjumboloan.jpg?w=300"><img class="alignleft" src="http://umukamilah.files.wordpress.com/2011/09/longroadaheadjumboloan.jpg?w=258&#038;h=194" alt="" width="258" height="194" /></a>&#8220;Masih dalam bulan Ramadhan. Banyak hal yang tertinggal dan masih dalam penjemputan. Entahlah, apakah setelah dijemput, hal yang tertinggal itu masih berada di tempatnya sehingga bisa segera dimiliki  ataukah sudah aus dan menghilang lantaran kelamaan terabaikan.</p>
<p> &#8221;Ya, saya harus bisa&#8221;. Itu barangkali hanyalah sebuah kalimat penyemangat untuk diri agar tetap tekun, tetapi kembalilah lagi saya dengan kesadaran akan seberapa besar potensi diri yang dapat digali. Hmmm. Ternyata diri ini membutuhkan lebih dari yang ada untuk bisa mewujudkan keinginan saya yang bisa digolongkan muluk ini. Saya ingin menangis juga ingin tertawa sekaligus. Aduhai, betapa mirisnya, di usia ini barulah mendapatkan kesempatan. Tapi tidakkah saya seharusnya tersenyum penuh rasa syukur, karena pada akhirnya ada jalan yang terbuka di depan untuk saya lalui menuju sebuah alamat di mana keinginan ajaib itu bermukim.&#8221;</p>
<p><span id="more-460"></span><br />
Iseng membuka catatan-catatan pendek yang biasa saya ketik di notepad. Bertemulah dengan sebuah tulisan pendek -yang tertulis di bulan Ramadhan lalu-  di atas yang saya beri judul &#8220;Mengambil yang Tertinggal&#8221;. Sedang membacanya saya jadi seperti terbangun dari tidur. Saya langsung ingat betapa senang dan bersemangatnya saya ketika menulis itu. Meski terbumbui pesimisme bahwa saya sebenarnya tak berkemampuan untuk menjadi sesuai yang diangankan. Ah, ya sudahlah, kata saya berat dengan helaan napas dan mata yang nyaris berair. Masih ingat kok, bener. Oh, dear.</p>
<p style="text-align:left;">Pada detik ini saya sedang mengumpulkan sisa semangat yang sudah melorot turun dari singgasananya. Inginnya membuat tekad kuat berakar, namun saat ini justru sadar bahwa tekad kemarin hanyalah berakar serabut yang membuatnya condong nyaris tumbang tatkala terhembus tiupan angin yang sedikit kencang.</p>
<p style="text-align:left;">Memang belum tumbang, namun kecondongan yang memiriskan itu mengharuskan diri untuk secepatnya mencari tonggak penopang agar serabut menguat kokoh. Kendatipun tak seberapa kuat, namun tonggak yang kuat akan bisa mengamankan dan menjamin keberlangsungan tekad tetap terpancang.</p>
<p style="text-align:left;">Pertanyaan mungkinkah menjemput yang tertinggal, pada akhirnya berpulang ke diri saya sendiri. Seberapa terjaga saya saat melangkah sehingga dapat dipastikan diri ini akan berproses perlahan mencapai keinginan. Pada suatu titik terkadang berpikir juga, tidakkah seharusnya ini saya resapkan sejak kecil agar di usia ini keinginan itu bukanlah lagi pemandangan indah nun jauh di sana yang membutuhkan skill dan perjuangan untuk bisa menyentuhkan indera ke permukaannya. Tapi, fokus saja ke masa kini untuk berusaha menggapainya, semampunya, itu saja. Lucu, kenapa terkesan ngoyo, ya?</p>
<p style="text-align:left;"> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">Hmmm. Tersenyum kecut. Tidak apa-apa. Saya hanya menebak bahwa saya akan kembali ditodong pertanyaan yang sama seperti kemarin; &#8220;bicara apa dirimu?&#8221;. Maka akan saya katakan,&#8221;sudahlah tak perlu dibahas, tahu sendiri saya ini seperti apa, bukan?&#8221; Saya biasa berpuisi, <em>Sayang</em>. Itulah sebabnya <em>kau</em> terus mengkritik betapa misteriusnya tulisan saya, <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , maksudnya betapa tak jelasnya tulisan saya ini. Bahkan di awal saya belajar menulis di blog, paragraf saya hanya berisi kalimat terpatah-patah dan pelit kata-kata.  Jika sekarang bisa menulis lebih panjang juga karena <em>dirimu</em> juga yang memberikan dorongan berlimpah. Juga keberadaan seorang adik yang diam-diam menjadi teladan bagi saya dan belum saya temukan lagi padanannya.</p>
<p style="text-align:left;">Thus, biarlah ini menjadi tulisan yang saya pilih berbentuk seperti ini, sederet kalimat tak jelas, namun saya yakin masih tertangkap baik buat yang menyimaknya dengan baik, kendati tidak saya tuliskan secara spesifik apakah hal yang dibahas di dalamnya. Ada kalanya saya ingin menulis semuanya secara biasa, ada saatnya saya ingin menulis dengan cara saya sendiri tak peduli jika hanya membuahkan tanda tanya pada<em>mu</em>. Hihihi. Tidakkah itu bagus? Kan ada hal yang bisa kita bahas nantinya. Begitu&#8230; <em>But keep telling me if you find any mistakes, yes, as usual.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umukamilah.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umukamilah.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umukamilah.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umukamilah.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umukamilah.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umukamilah.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umukamilah.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umukamilah.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umukamilah.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umukamilah.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umukamilah.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umukamilah.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umukamilah.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umukamilah.wordpress.com/460/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=460&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umukamilah.wordpress.com/2011/09/02/mungkinkah-menjemput-yang-tertinggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/307606f68b16b669d743cb1026032878?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Umu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://umukamilah.files.wordpress.com/2011/09/longroadaheadjumboloan.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengawali Hari dengan Posting Award Persahabatan</title>
		<link>http://umukamilah.wordpress.com/2011/08/16/mengawali-hari-dengan-posting-award-persahabatan/</link>
		<comments>http://umukamilah.wordpress.com/2011/08/16/mengawali-hari-dengan-posting-award-persahabatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 01:38:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umukamilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[award]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun pertama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umukamilah.wordpress.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini setelah aktifitas rutin, saya pun duduk untuk menengok sebentar blog yang sudah berhari-hari saya abaikan ini. Ada link menuju sebuah blog yang saya kenal dengan baik, saya pun meluncur segera berkendaraan modem lelet tersayang. Setelah beberapa putaran loading saya pun sampai pada tujuan. Saya disambut meriah dengan warna-warni kata-kata juga ragam gambar yang &#8230; <a href="http://umukamilah.wordpress.com/2011/08/16/mengawali-hari-dengan-posting-award-persahabatan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=454&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini setelah aktifitas rutin, saya pun duduk untuk menengok sebentar blog yang sudah berhari-hari saya abaikan ini. Ada link menuju sebuah blog yang saya kenal dengan baik, saya pun meluncur segera berkendaraan modem lelet tersayang. Setelah beberapa putaran loading saya pun sampai pada tujuan. Saya disambut meriah dengan warna-warni kata-kata juga ragam gambar yang indah yang juga berwarna-warni. Ada keseruan apa kali ini?</p>
<p>Ternyata LMGS G2 sudah berusia 1 tahun dan dalam menyambut tahun pertamanya penulis Malaysia yang memiliki banyak sahabat maya dari Indonesia ini menganugerahkan award untuk para sahabat mayanya yang sangat banyak  jumlahnya. Ya, beliau adalah Mbak Siti Fatimah Ahmad yang sudah saya kenal kira-kira dua tahun  yang lalu.</p>
<p>Langsung saja saya masuk dasbor, membuat postingan baru, dan membawa pulang award yang merah itu ke sini.</p>
<p><span style="color:#000000;">Selamat ya, <a href="http://webctfatimah.wordpress.com/2011/08/15/ct70-lmgs-g2-ulang-tahun-pertama-2011/" target="_blank">Mbak Siti Fatimah Ahmad</a>, selamat untuk hari jadi LMGS G2 yang pertama, semoga tetap menjadi penulis yang produktif dan menginspirasi. Juga semakin banyak sahabat karena keramahan yang senantiasa Mbak Siti Fatimah berikan dalam berinteraksi dengan sesama blogger.</span></p>
<p>Terima kasih atas awardnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://webctfatimah.files.wordpress.com/2011/08/awardpersahabatanfatimalmgsg2.jpg?w=500&amp;h=510"><img class="aligncenter" src="http://webctfatimah.files.wordpress.com/2011/08/awardpersahabatanfatimalmgsg2.jpg?w=499&#038;h=510&#038;h=510" alt="" width="499" height="510" /></a></p>
<p>Semoga persahabatan dunia maya antar blogger dapat terus terjalin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umukamilah.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umukamilah.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umukamilah.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umukamilah.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umukamilah.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umukamilah.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umukamilah.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umukamilah.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umukamilah.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umukamilah.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umukamilah.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umukamilah.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umukamilah.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umukamilah.wordpress.com/454/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=454&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umukamilah.wordpress.com/2011/08/16/mengawali-hari-dengan-posting-award-persahabatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/307606f68b16b669d743cb1026032878?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Umu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://webctfatimah.files.wordpress.com/2011/08/awardpersahabatanfatimalmgsg2.jpg?w=500&#38;h=510" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kemakluman</title>
		<link>http://umukamilah.wordpress.com/2011/08/01/kemakluman/</link>
		<comments>http://umukamilah.wordpress.com/2011/08/01/kemakluman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 12:16:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umukamilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bagi Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[kemakluman]]></category>
		<category><![CDATA[obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umukamilah.wordpress.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Pada perjalanan di suatu malam bersama teman ngobrol, teman mengutarakan keprihatinannya tentang seorang sahabatnya yang sudah lama tak bersua dan entah bagaimana nasibnya. &#8220;Kasihan&#8230;, aku membayangkan masa-masa sebelum terjadinya peristiwa yang membuatnya harus pergi jauh itu..&#8221; temanku menghela napasnya. Aku bisa memahami perasaanmu, Teman. &#8220;Ya, apalagi para sahabat sudah tak lagi ingin menjalin silaturahim dan &#8230; <a href="http://umukamilah.wordpress.com/2011/08/01/kemakluman/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=447&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://www.zastavki.com/pictures/1440x900/2009/Cities_The_beautiful_old_city_street_013248_.jpg"><img class="aligncenter" src="http://www.zastavki.com/pictures/1440x900/2009/Cities_The_beautiful_old_city_street_013248_.jpg" alt="" width="410" height="256" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Pada perjalanan di suatu malam bersama teman ngobrol, teman mengutarakan<br />
keprihatinannya tentang seorang sahabatnya yang sudah lama tak bersua dan entah bagaimana nasibnya.</p>
<p>&#8220;Kasihan&#8230;, aku membayangkan masa-masa sebelum terjadinya peristiwa yang membuatnya harus pergi jauh itu..&#8221; temanku menghela napasnya.</p>
<p><em>Aku bisa memahami perasaanmu, Teman.<span id="more-447"></span></em></p>
<p><em></em> &#8220;Ya, apalagi para sahabat sudah tak lagi ingin menjalin silaturahim dan sama tak pedulinya.&#8221; Mataku menembus kegelapan malam.</p>
<p>Sepeda motor menderu-deru seakan hendak melompat ketika ban motor<br />
menerjang jalanan berbatu. Tubuhku terguncang.</p>
<p>&#8220;Kita memang harus benar-benar husnudzhon, yah? supaya kita tetap bisa<br />
bersahabat tanpa membenci dan meninggalkan.&#8221; Kataku dengan suara yang beradu nyaring dengan suara deruman mesin motor.</p>
<p>Teman bicara menambahkan&#8230;&#8221;Tidak, tidak cukup. Kita harus punya kemakluman&#8221;. Nadanya sedikit getir.</p>
<p>Aku mengangguk-angguk paham. &#8220;Ya, kau benar, ketika husnudzhon sudah dikerahkan ternyata kita hanya mendapati kenyataan yang memiriskan, kita harus memiliki kemakluman..ya, kau benar.&#8221;</p>
<p>Mesin motor masih menderu-deru lagi. Angin menerpa-nerpa jilbab hingga<br />
berkibaran melambai di belakang tubuh.</p>
<p>=========</p>
<p>Catatan pendek bersama teman ngobrol, terlupa pada tanggal berapa tepatnya percakapan ini terjadi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umukamilah.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umukamilah.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umukamilah.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umukamilah.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umukamilah.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umukamilah.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umukamilah.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umukamilah.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umukamilah.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umukamilah.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umukamilah.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umukamilah.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umukamilah.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umukamilah.wordpress.com/447/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=447&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umukamilah.wordpress.com/2011/08/01/kemakluman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/307606f68b16b669d743cb1026032878?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Umu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.zastavki.com/pictures/1440x900/2009/Cities_The_beautiful_old_city_street_013248_.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dapat Award Lagi</title>
		<link>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/14/dapat-award-lagi/</link>
		<comments>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/14/dapat-award-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 17:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umukamilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[award]]></category>
		<category><![CDATA[diguyur]]></category>
		<category><![CDATA[hujan award]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umukamilah.wordpress.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Blogwalking beberapa hari yang lalu, menemukan banyak tulisan sahabat blogger yang menarik. Sampai ke blog sahabat saya yang satu ini, saya menemukan banyak award di sana. Ternyata awardnya tak hanya satu, ada beberapa award yang sudah nampang di salah satu tulisannya. Dan, nama saya ikut tertulis sebagai penerima award berikutnya. Award buat saya adalah bentuk &#8230; <a href="http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/14/dapat-award-lagi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=439&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blogwalking beberapa hari yang lalu, menemukan banyak tulisan sahabat blogger yang menarik. Sampai ke blog sahabat saya <a href="http://ranggasetya.wordpress.com/">yang satu ini</a>, saya menemukan banyak award di sana. Ternyata awardnya tak hanya satu, ada beberapa award yang sudah nampang di salah satu tulisannya. Dan, nama saya ikut tertulis sebagai penerima award berikutnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Award buat saya adalah bentuk penghargaan dari sahabat. Apapun alasan yang melatar belakangi pemberiannya, award juga menandakan kita merupakan salah satu teman yang diingat sehingga nama kita pun diketikkan sebagai penerima awardnya.</p>
<p>Ya, saya masih juga bergumam ternyata awardnya banyak juga, ya. Apa mau diambil semua?</p>
<p>Karena besok saya mungkin tidak bisa internetan, maka selagi sempat saya pikir saya akan <del>mengangkut</del> mengambil award-award itu untuk disimpan di blog saya ini.</p>
<p>Nah, inilah mereka. Award-award itu&#8230;<span id="more-439"></span></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/batavusqu-award-mabruri.png?w=476&#038;h=489&#038;h=489" alt="" width="476" height="489" /></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/welcome-1-bayu.jpg?w=254&#038;h=194" alt="" width="254" height="194" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/a-fun-blogger-award-edo.jpg?w=280&#038;h=320" alt="" width="280" height="320" /></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/friendship-award-trik-blogger-andreas-nanaz.jpg?w=320&#038;h=312&#038;h=312" alt="" width="320" height="312" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/blogger-award-2011-trik-blogger-andreas-nanaz.png?w=259&#038;h=214" alt="" width="259" height="214" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/best-friend-award-trik-blogger-andreas-nanaz.gif?w=304&#038;h=304" alt="" width="304" height="304" /></p>
<p style="text-align:left;">Banyak juga, ya. Bagus-bagus awardnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:left;">Angkut-angkut selesai. Dan saya harus menyampaikannya kepada kawan blogger yang lain. Siapa selanjutnya ?</p>
<ul>
<li>Rita (adik saya yang sering jadi teman ngobrol, debat, diskusi dan guyonan yang baru menjajal ngeblog)<a href="http://utsugihourai.blogspot.com/"> My Experience</a></li>
<li>Mbak Hes <a href="http://masukdapur.com/">Masuk Dapur</a></li>
<li>&#8230;</li>
</ul>
<p>Ya,  hanya ada dua&#8230;! Siapa lagi? Hmmm. Iyak, sepertinya sudah. Baiklah, sudah selesai juga.</p>
<p>Waktu mulai mengejar, dan saya mulai <em>lost focus</em> karena mengantuk, saya tak ingin berkelahi dengan waktu.  Besok masa istirahat internet tiba, dan saya akan berselonjor saja sambil menikmati deretan-deretan kata dari lembaran-lembaran kertas berjilid di rak. <em>I really love it!</em></p>
<p>Terakhir, saya sekali lagi mengucapkan terima kasih  kepada  sahabat saya <a href="http://ranggasetya.wordpress.com/">Ayahnya Ranggasetya</a> untuk pemberian awardnya.</p>
<p style="text-align:left;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umukamilah.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umukamilah.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umukamilah.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umukamilah.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umukamilah.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umukamilah.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umukamilah.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umukamilah.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umukamilah.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umukamilah.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umukamilah.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umukamilah.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umukamilah.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umukamilah.wordpress.com/439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=439&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/14/dapat-award-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/307606f68b16b669d743cb1026032878?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Umu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/batavusqu-award-mabruri.png?w=477&#38;h=489" medium="image" />

		<media:content url="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/welcome-1-bayu.jpg?w=490" medium="image" />

		<media:content url="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/a-fun-blogger-award-edo.jpg?w=490" medium="image" />

		<media:content url="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/friendship-award-trik-blogger-andreas-nanaz.jpg?w=320&#38;h=312" medium="image" />

		<media:content url="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/blogger-award-2011-trik-blogger-andreas-nanaz.png?w=490" medium="image" />

		<media:content url="http://rangkaiannuun1.files.wordpress.com/2011/06/best-friend-award-trik-blogger-andreas-nanaz.gif?w=490" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kaltimku Sayang</title>
		<link>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/11/kaltimku-sayang/</link>
		<comments>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/11/kaltimku-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 09:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umukamilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bagi Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[batu bara]]></category>
		<category><![CDATA[bumi etam]]></category>
		<category><![CDATA[eksploitasi]]></category>
		<category><![CDATA[emas hitam]]></category>
		<category><![CDATA[kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umukamilah.wordpress.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Kamilah sedang sibuk mencari berita olahraga di surat kabar untuk mengerjakan tugas sekolah membuat kliping olahraga.  Koran kiloan yang dibelikan untuk tugas kliping terdahulu masih ada di lemari. Ketika semua berserakan di lantai, mata saya tanpa sengaja menemukan judul menarik pada salah satunya, Kaltim Post (Kamis, 29 April 2010). Saya ambil dan kemudian mengambil posisi &#8230; <a href="http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/11/kaltimku-sayang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=430&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bendingearth.files.wordpress.com/2009/05/forest.jpg"><img class="alignleft" src="http://bendingearth.files.wordpress.com/2009/05/forest.jpg?w=314&#038;h=274" alt="" width="314" height="274" /></a>Kamilah sedang sibuk mencari berita olahraga di surat kabar untuk mengerjakan tugas sekolah membuat kliping olahraga.  Koran kiloan yang dibelikan untuk tugas kliping terdahulu masih ada di lemari. Ketika semua berserakan di lantai, mata saya tanpa sengaja menemukan judul menarik pada salah satunya, Kaltim Post (Kamis, 29 April 2010). Saya ambil dan kemudian mengambil posisi baca favorit, tengkurap di kasur (hehehe, tengkurap lagi, tengkurap lagi), lalu&#8230;ya membacanya lah, apalagi?</p>
<p>Pengantar dari redaksi yang berjudul, &#8220;Kutukan Emas Hitam di Bumi Etam&#8221;. Etam adalah satu kata bahasa Kutai yang berarti kita, bumi etam berarti bumi kita, namun jika dikatakan &#8220;bumi etam&#8221; maka itu mengacu kepada provinsi Kaltim, bukan bumi kita secara global. Paragraf pertama membahas keprihatinan tentang eksploitasi kekayaan Kalimantan Timur. Minyak bumi dan gas adalah harta Kaltim yang pertama dieksploitasi sejak Indonesia belum merdeka. Setelah Indonesia merdeka, kayu juga ikut dieksploitasi.<span id="more-430"></span></p>
<blockquote><p>JADI kaya belum tentu enak. Kalimantan Timur (Kaltim) contohnya. Dianugerahi limpahan sumberdaya alam (SDA), provinsi ini justru menuai banyak badai. Minyak bumi dan gas menjadi harta Kaltim pertama yang dieksploitasi, sejak Indonesia belum merdeka. Pun setelah merdeka, kayu mengambil giliran melapangkan hutan.</p>
<p>Dekade 1990, dua sumberdaya tak tergantikan itu mulai menipis.Tapi, Kaltim memang kaya. Masih ada harta yang belum &#8220;dijual&#8221;: batu bara. Awal 2000, sebutan emas hitam sebagai nama lain batu bara menggema dan kian lantang di Bumi Etam.</p>
<p>Tapi, ya itu tadi, sumberdaya melimpah melahirkan banyak masalah. Dari catatan Kaltim Post, bentuk penyimpangan seperti ilegal mining marak. Di antaranya, aktivitas pertambangan di kawasan Taman Hutan raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara (Kukar) yang melibatkan seorang anggota DPRD Kukar, lalu lahan di Tenggarong Seberang, Kukar yang akan dibangun Green House milik Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda juga menuai kasus.</p></blockquote>
<p>(Kutipan Dari Redaksi Kaltim Post)</p>
<p>Dari Redaksi selanjutnya membahas tempat lain yang berkasus, seorang pejabat yang menjadi tersangka dalam dugaan pengeluaran surat perpanjangan izin bermasalah, tumpang-tindih lahan, limbah, dan kerusakan lingkungan. Juga berbicara bahwasanya dari sisi ekonomi, batu bara hanya menyumbang 22 persen produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim.</p>
<p>Ironisnya, dengan kekayaan sumber energi yang melimpah itu, Kaltim justru krisis listrik. Lebih menyedihkan lagi, sekitar 115 juta metrik ton batu bara setahun, tak satu pun digunakan PLN Kaltim.Hmm, ternyata tak satu PLN pun di Kaltim yang menggunakan bahan bakar batu bara, kecuali beberapa pembangkit listrik swasta yang pasokan batu baranya juga kembang-kempis. Saya jadi ingat tahun 2006, Samarinda sering sekali mati lampu, secara bergilir satu-dua area harus dimatikan supaya listrik masih bisa hidup sehat. Biasanya pemadaman listrik bergilir itu dilakukan selama hampir 12 jam. Dari pagi sampai maghrib tiba. Terkadang giliran listrik mati juga terjadi malam hari, namun pemadaman listrik di malam hari hanya berlangsung beberapa jam, tidak selama pemadaman listrik di siang hari.</p>
<p>Langsung saja kutip dua alinea terakhirnya. Mau ngutip semuanya lumayan panjang juga <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<blockquote><p>Mengapa begitu? Dari data Distamben Kaltim, 80 persen batu bara diekspor. Tak heran jika Dirut PLN Dahlan Iskan menyebut, izin kuasa pertambangan (KP) di Indonesia sudah dikuasai PLN-nya Thailand, Jepang dan Tiongkok. Disebut pula, perusahaan setrum negara ini susah mendapat KP di daerah karena PLN tidak memiliki kemampuan &#8220;menyogok&#8221;</p>
<p>Lantas, bagaimana kondisi di Kaltim yang menjadi pilar penghasil batu bara nasional? Seperti apa mendapat izin pertambangan? Benarkah tradisi sogok-menyogok tersebut disertai mafia pertambangan? Investigasi Kaltim Post beberapa hari terakhir mengungkap banyak hal. Liputan di dua daerah, Samarinda dan Kukar, menjadi fokus utama. Berikut laporan khususnya.(*)</p></blockquote>
<p>Membacanya lanjut terus ke bawah, ada hasil wawancara dengan dua pengusaha batu bara yang namanya disamarkan yang menjelaskan banyak hal. Tentang ini, tentang itu. Ada uang pelicin yang di situ juga disebut sebagai &#8220;sesajen&#8221; yang harus dikeluarkan demi keluarnya izin usaha batu bara. Hampir di semua pintu birokrasi mesti memberi semacam uang terima kasih jutaan hingga ratusan juta, wow!. Ada tabel yang menerangkan berapa saja jumlah yang harus dikeluarkan para pengusaha tahap demi tahap. Di tahap penyelidikan umum bayar sekian, eksplorasi bayar lagi sekian, eksploitasi sama juga, sampai tahap angkut jual masih ada. Saya cuma bisa membaca teruuuus, sampai selesai. Mau bagaimana lagi? Saya cuma rakyat jelata yang ingin tahu apa yang terjadi pada Kaltim, pulau tempat tempat saya dilahirkan dan melahirkan ini (kumat lebaynya).</p>
<p>Dan tentu saja pengusaha batu bara tidak kapok mengurus urusan birokrasi, sebab bisnis batu bara memang memiliki nilai tinggi. Pada halaman paling bawah (nggak paling bawah amat sih, paling bawah itu iklan) ada bantahan dari beberapa pejabat juga. Beberapa pejabat yang berhasil dihubungi menyangkal uang pelicin itu, katanya tidak ada itu. Tidak ada biaya-biaya untuk mengurus izin KP, selain iuran-iuran yang memang sudah diatur, katanya.</p>
<p>Tahu-tahu saya terbangun dari tidur, waduh, membacanya tadi ketiduran. Ada beberapa bagian yang tertinggal belum dibaca, karena tak ingin tertidur lagi ya, saya duduk dan melanjutkan bacaan saya yang tadi sempat membawa ke alam mimpi. Tinggal sedikit, dan.. finally, selesai juga.</p>
<p><a href="http://m3sultra.files.wordpress.com/2009/06/image11.png"><img class="alignright" src="http://m3sultra.files.wordpress.com/2009/06/image11.png?w=298&#038;h=225" alt="" width="298" height="225" /></a>Saya termangu setelahnya, antara mengantuk dan berpikir. Tentang uang ratusan juta hingga milyaran itu sebenarnya tak sekuat pengaruh ingatan saya tentang perjalanan ke kampung di Tenggarong Seberang yang muncul membayang. Sebuah perjalanan yang membuat saya harus menyaksikan gundulnya hutan di beberapa bagian di sepanjang perjalanan, danau-danau dalam yang berpelang peringatan, pohon-pohon kerdil yang ditanam di tanah yang sudah bertukar posisi bahkan sudah teraduk-aduk. Lapisan humus entah berada di mana, lapisan dalam tanah bergumpal membentuk bukit-bukit kecil tak beraturan berwarna kuning kecoklatan dengan sisa-sisa batu bara yang masih nampak berupa titik-titik hitam atau berupa tanah yang menghitam.Dulu di sana adalah rimba yang lebat. Ketika saya berada di gunung yang tinggi di perjalanan, pemandangan hutan yang hijau dan luas masih membentang di depan mata, kejauhan nampak membiru, indah sekali. Semoga tidak ada batu bara di dalam sana&#8230; Jika ada, maka hutan itu terancam hilang, digantikan tanah-tanah tandus dan hawa panas. Keseimbangan alam akan terganggu, banjir, tanah longsor, bahkan kekeringan, langkanya air tanah, lantaran tak ada lagi hutan yang menyerap dan menyimpan air, belum lagi membahas lapisan ozon yang mulai menipis. Masa sih kita hanya akan mewariskan bencana-bencana itu kepada anak cucu kelak.</p>
<p>Masih ada harapan, ya, gerakan go green sudah terdengar di mana-mana. Kendati bumi tak lagi kaya, setidaknya hutan hijau masih bisa menjadi warisan yang berharga dan menyejukkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umukamilah.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umukamilah.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umukamilah.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umukamilah.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umukamilah.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umukamilah.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umukamilah.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umukamilah.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umukamilah.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umukamilah.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umukamilah.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umukamilah.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umukamilah.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umukamilah.wordpress.com/430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=430&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/11/kaltimku-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/307606f68b16b669d743cb1026032878?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Umu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bendingearth.files.wordpress.com/2009/05/forest.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://m3sultra.files.wordpress.com/2009/06/image11.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Setiap Peristiwa</title>
		<link>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/07/belajar-dari-setiap-peristiwa/</link>
		<comments>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/07/belajar-dari-setiap-peristiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 20:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umukamilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sepanjang jalan]]></category>
		<category><![CDATA[memperbaiki diri]]></category>
		<category><![CDATA[mengakui kesalahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umukamilah.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Hidup mengalami pasang surut, naik turun, terkadang kita kuat terkadang juga kita lemah. Bagaimana menjalaninya kita diajarkan Allah untuk bersabar dan senantiasa berdo&#8217;a memohon pertolongan dan bimbingan-Nya. Bagi saya hidup adalah masa saya belajar dari hari ke hari. Allah yang mengajar secara nyata, memberikan banyak peristiwa sebagai sarana untuk berkaca dan mengambil pelajaran dari setiap &#8230; <a href="http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/07/belajar-dari-setiap-peristiwa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=424&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://umukamilah.files.wordpress.com/2011/06/img_01714.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-428" title="Img_01714" src="http://umukamilah.files.wordpress.com/2011/06/img_01714.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Hidup mengalami pasang surut, naik turun, terkadang kita kuat terkadang<br />
juga kita lemah. Bagaimana menjalaninya kita diajarkan Allah untuk<br />
bersabar dan senantiasa berdo&#8217;a memohon pertolongan dan bimbingan-Nya.<br />
Bagi saya hidup adalah masa saya belajar dari hari ke hari. Allah yang mengajar secara nyata, memberikan banyak peristiwa sebagai sarana untuk berkaca dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang ada. Mengingat peristiwa yang sudah lewat untuk kemudian merasa malu atas setiap tindakan jelek di masa lalu lalu bertekad memperbaiki diri, adalah hal yang paling banyak memberikan pengajaran. Merasa telah keliru berbuat, merasa salah kata, memunculkan perasaan bersalah dan menuntut diri agar bisa berubah menjadi sosok yang lebih baik, adalah cambuk untuk melakukan perbaikan diri. Rasa bersalah, menarik napas berat, malu, adalah hukuman pribadi, hukuman tersembunyi, hukuman rahasia yang meninggalkan bekas dalam tak terlupakan.<span id="more-424"></span></p>
<p>Ketika saya sesumbar berkata-kata, Allah dengan keMahaBijaksanaanNya<br />
memperjalankan hidup saya ke dalam ujian untuk menampakkan ke hadapan saya siapa diri saya yang sebenarnya, untuk menunjukkan kepada sayaseberapa konsisten saya dengan setiap perkataan saya. Dan saya lantas belajar menerima fakta diri saya dan bertekad membenarkan perkataan saya dengan segenap perjuangan tentunya. Ya Allah, sesungguhnya tiada daya dan kekuatan melainkan hanya dari-Mu.</p>
<p>Ketika saya bertindak serampangan, Allah dengan kasih sayang-Nya mengatur peristiwa sebagai hukuman hidup untuk membuahkan jera. Dan saya pun dimampukannya untuk memetik hikmah dari setiap hal pahit yang harus saya terima. Saya menguatkan hati untuk menghadapi akibatnya, mensyukuri<br />
bahwa hembusan napas saya masih ada hingga kesempatan memperbaiki<br />
kekeliruan pun masih tersedia.</p>
<p>Saya.. hanyalah manusia biasa, bodoh, lemah, entah apalagi. Membaca diri<br />
dari salinan tulisan yang saya tulis, mencermati setiap tutur yang pernah saya torehkan, saya menyadari bahwa saya masih banyak tertinggal, saya masih harus memacu diri. Terkadang tulisan yang saya buat membuat saya mengernyitkan dahi dan geleng-geleng kepala, hmmm, tetapi biarlah ia terekam sehingga saya bisa belajar dari kesalahan. Saya akan mengingatnya sebagai saat di mana diri saya terpuruk dalam kelemahan saya yang terburuk. Sebagai pengingat agar saya tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.</p>
<p>Perjalanan masih berlanjut, dan masih banyak peristiwa di depan yang akan terus menjadi materi pelajaran bagi saya agar senantiasa belajar. Terima kasih tiada terhingga (<em>to someone out there</em>) atas setiap teguran dan sapaannya, saya tidak tahu bagaimana diri saya jadinya jika tak seorangpun mau memarahi saya atas kekeliruan saya. Kemarahan bagi saya adalah sebuah manifestasi kasih sayang, sebuah wujud perhatian yang tiada bandingannya. Nasihat, kritik adalah sebuah tembang sayang yang dilantunkan dari hati yang mengkhawatirkan setiap langkah yang saya ayunkan. Dan, dari lubuk hati terdalam saya mempersembahkan serangkai ronce bunga terima kasih setulusnya. Maafkan, jika saya sering keliru, dan jangan pernah lelah untuk tetap peduli dan memarahi saya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umukamilah.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umukamilah.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umukamilah.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umukamilah.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umukamilah.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umukamilah.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umukamilah.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umukamilah.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umukamilah.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umukamilah.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umukamilah.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umukamilah.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umukamilah.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umukamilah.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=424&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/07/belajar-dari-setiap-peristiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/307606f68b16b669d743cb1026032878?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Umu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://umukamilah.files.wordpress.com/2011/06/img_01714.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Img_01714</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Diri Sendiri</title>
		<link>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/03/menjadi-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/03/menjadi-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 02:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>umukamilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[I won't to be some one that I'm not]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umukamilah.wordpress.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi diri sendiri. Kalimat itu pernah menjadi status saya di facebook. Saudara dan sahabat di sana menyambut status saya dengan seloroh saja. &#8220;Memang mau jadi apa, Mi?&#8221; Demikian satu komentar yang masuk. Menjadi diri sendiri, terdengar sederhana juga ya . Tetapi subuh tadi ketika duduk di kursi dan menatap keluar melalui jendela kaca, mendadak saya &#8230; <a href="http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/03/menjadi-diri-sendiri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=420&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://umukamilah.files.wordpress.com/2011/06/img_02263.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-421" title="Img_02263" src="http://umukamilah.files.wordpress.com/2011/06/img_02263.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Menjadi diri sendiri. Kalimat itu pernah menjadi status saya di facebook. Saudara dan sahabat di sana menyambut status saya dengan seloroh saja. &#8220;Memang mau jadi apa, Mi?&#8221; Demikian satu komentar yang masuk.</p>
<p>Menjadi diri sendiri, terdengar sederhana juga ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Tetapi subuh tadi ketika duduk di kursi dan menatap keluar melalui jendela kaca, mendadak saya teringat kalimat itu. Dan, tebaklah apa yang saya rasakan dan pikirkan. Selama ini saya sudah bersikap apa adanya dan menjadi diri saya sendiri. Namun terkadang menjadi diri sendiri bisa mengecewakan orang lain yang berpikir lebih tentang kita. Menganggap kita hebat di bidang ini, ternyata setelah tahu diri kita hanyalah tak lebih dari seorang ibu rumah tangga lulusan SMA yang wawasannya terbatas bahkan hingga hari ini masih belajar, hanya menimbulkan kekecewaan. <span id="more-420"></span>Tapi apalah yang bisa saya lakukan? Haruskah saya berpura-pura hebat demi penilaian plus dari orang? Mungkin kita tak boleh bersombong diri, tapi tak selalu pengakuan bahwa &#8220;saya tidak bisa&#8221; itu dapat diartikan merendah. Saya takkan malu mengatakan saya tidak bisa, dan jika Anda kecewa itu hak Anda, tetapi saya tidak ingin menjadi seseorang yang bukan diri saya. Lantas salahkah saya jika saya telah mengecewakan Anda? Satu hal yang bisa Anda pegang adalah, jika saya hanya merendah saya tidak berbohong dengan kata-kata &#8220;saya tidak bisa&#8221;, jika faktanya saya memang mampu. Ada cara untuk tidak terkesan terbuka dengan kalimat lain yang mengisyaratkan sebenarnya dugaan Anda tentang saya itu benar.</p>
<p>Menjadi diri sendiri bagi saya adalah bersikap apa adanya, entahlah jika memang ada definisi lain yang lebih tepat, sejauh ini yang ada di pikiran saya ya itu. Di facebook saya bersahabat dengan blogger, teman sekolah, teman sekampung, keluarga, juga sebagian komunitas yang bernama kunyah/kuniah (seperti nama yang saya gunakan untuk blog ini Ummu Kamilah, eh huruf m-nya satu atau dua? hehehe. kalau cari di google m satu atau m dua ketemunya ya saya juga, sami mawon lah).</p>
<p>Nama kunyah biasanya memakai nama anak pertama, seperti kita biasa memanggil seseorang dari nama anaknya. Kalau nama anaknya Dedi panggilannya mama Dedi, kalau anaknya Fatimah panggilannya ayah Fatimah. Nama anak pertama saya Kamilah ya jadinya ummu Kamilah. Yang anaknya Ahmad, namanya Abu/ Ummu Ahmad.</p>
<p>Saya tidak membutuhkan akun lain untuk pengkhususan bergaul dengan komunitas tertentu. Saya sebagai Nurul Huda atau sebagai Ummu Kamilah ya sama saja. Barangkali untuk kalangan akhwat atau ummahat sedikit riskan juga sikap apa adanya saya, seharusnya saya jaim lah sedikit, status yang di-update harus terjaga dari celah yang mungkin akan menimbulkan pandangan miring dari komunitas tersebut. Tapi ya sudahlah, jumpai saja Ummu Kamilah di rumah, Anda akan mendapati yang di dunia maya dan dunia nyata sama saja, tiada beda. Terkadang gokil juga, terkadang tertawa juga, terkadang bicara serius juga.</p>
<p>Meski demikian sikap apa adanya juga bertujuan untuk membuka pintu kritik jika sekiranya ada cara tutur dan cara sikap saya yang dianggap harus dibenahi. Saya terbuka dan berterima kasih jika ada tanggapan atau saran yang masuk. Sampai saat ini sih belum ada kritik, biar bagaimana facebook adalah wadah yang bisa dilihat banyak orang, kita tidak bisa juga seenaknya berkata-kata. Harus dipikirkan juga nilai kepantasan sebuah tulisan yang akan kita ketikkan. Setiap perbuatan dan perkataan akan dipertanggungjawabkan baik di dunia ataupun di akhirat kelak, bukan?</p>
<p>Menjadi diri sendiri, bersikap apa adanya. Orang yang dalam kesehariannya terbiasa berpikir sebelum berkata-kata, orang yang dalam kesehariannya terbiasa teratur dan disiplin, orang yang dalam kesehariannya tak suka mengeluh, orang yang dalam kesehariannya suka belajar, jelas akan berbeda dengan orang yang suka berkeluh kesah, doyan memaki-maki dan ngomel-ngomel, suka berkonflik, dan bicara tidak ditata. Maka jika keduanya bersikap apa adanya akan menampakkan dua karakter yang berbeda, bukan? Yang satunya akan terkesan jaim, yang satunya akan nampak sebagai orang yang apa adanya. Padahal keduanya sama-sama bersikap apa adanya loh.</p>
<p>Anyway, semua orang bebas menentukan sikap kok. Menjadi diri sendiri versi orang lain tak perlu membetot kepercayaan diri kita akan sosok diri kita yang apa adanya. Eh, dia pikir begini dan begitu adalah sikap yang terbaik loh, tetapi itu bukan diri saya, saya tidak bisa seperti itu karena itu bukanlah sifat saya, tapi nanti dia akan berpandangan jelek tentang saya kalau dilihat dari cara pikirnya itu. Wah, gimana nih. Ya sudahlah, kalau yakin yang kita lakukan sudah benar dan bisa dipertanggungjawabkan ya lanjut saja. Jangan biarkan pikiran negatif dan persangkaan buruk kita membuat aktifitas kita tersendat dan menghilangkan daya kreasi kita.</p>
<p>Menjadi diri sendiri pada dasarnya dan seharusnya tidak perlu terpengaruh oleh orang lain, apalagi sampai terbeban dengan penilaian orang lain. Sebab memang takkan bisa meraih penilaian positif dari semua orang. Pro &#8211; kontra, suka dan tidak suka, setuju &#8211; tak setuju akan selalu ada, dan memang demikianlah adanya. Biarkanlah, toh, kita takkan mungkin menjadi orang lain. Ada yang kecewa terhadap kita? Ya mau bagaimana lagi. Seiring berjalannya waktu semuanya juga akan berlalu, meskipun hal-hal yang membuat hati tak enak, hati susah, akan kembali muncul dalam kasus lain dan bentuk lain yang berbeda, itulah yang memang harus kita jumpai dalam setiap perjalanan hidup kita. Hadapi saja, jangan menghindar apalagi berlari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umukamilah.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umukamilah.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umukamilah.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umukamilah.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/umukamilah.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/umukamilah.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/umukamilah.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/umukamilah.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umukamilah.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umukamilah.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umukamilah.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umukamilah.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umukamilah.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umukamilah.wordpress.com/420/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umukamilah.wordpress.com&amp;blog=6555241&amp;post=420&amp;subd=umukamilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umukamilah.wordpress.com/2011/06/03/menjadi-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/307606f68b16b669d743cb1026032878?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Umu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://umukamilah.files.wordpress.com/2011/06/img_02263.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Img_02263</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
